
Srawung Desa
Terinspirasi oleh Tri Dharma Perguruan, Tinggi, Srawung Desa 2024 merupakan kolaborasi antara mahasiswa dan dosen Teknik Sipil dan Lingkungan UGM untuk menyumbangkan pemikiran dan solusi konstruktif dalam mendukung kemajuan masyarakat pedesaan, menjadikan pengabdian pada masyarakat sebagai fokus utama.

Srawung Desa
Salah satu misi dari Universitas Gadjah Mada yang tercantum dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi di Indonesia adalah kewajiban perguruan tinggi untuk mengabdi pada masyarakat. Oleh karena itu melalui salah satu kegiatan tahunan Keluarga Mahasiswa Teknik Sipil dan Lingkungan Universitas Gadjah Mada, yaitu kegiatan Srawung Desa, diharapkan dapat mencapai misi tersebut. Nantinya, kegiatan Srawung Desa 2024 ini akan terlaksana dalam beberapa rangkaian kegiatan meliputi sipil berbagi, sipil mengajar, serta survei dan perencanaan. Dengan dilangsungkannya kegiatan ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat pedesaan. Mahasiswa juga memiliki kesempatan untuk mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan guna mendukung perkembangan desa dan menyumbangkan ide serta solusi yang bersifat konstruktif untuk mendorong kemajuan dan kemandirian masyarakat desa. Selain itu, sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Srawung Desa 2024 juga akan berkolaborasi dengan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh salah satu dosen Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan di bidang struktur. Dengan begitu, nantinya dosen dapat berkontribusi untuk menyalurkan serta mengaplikasikan ilmu yang dimilikinya sesuai dengan bidang yang ditekuni kepada masyarakat desa.

Dusun Watukangsi, Desa Wukirharjo, Sleman, D.I. Yogyakarta
Sedikit Cerita
Dusun Mitra
Pada kegiatan Srawung Desa 2024 ini sasaran dusun mitra, yaitu Dusun Watukangsi, Desa Wukirharjo, Kecamatan Prambanan, Kabupaten Sleman, DIY. Dusun ini berpotensi pada sektor sosial masyarakat dan budaya. Dusun ini berpotensi pada sektor sosial masyarakat dikarenakan pada dusun tersebut belum memiliki balai dusun. Sedangkan, pada sektor budaya desa tersebut memiliki potensi meliputi beberapa kebudayaan yang berkarakteristik, seperti jatilan yang dapat dikembangkan. Keunggulan lain dari desa tersebut adalah memiliki pemuda karang taruna yang aktif, sehingga memudahkan kerjasama dan gotong royong dalam pengembangan desa.

Tema Umum Srawung Desa 2024
“Kolaborasi Bersama Untuk Mewartakan Masa Depan Nusantara”
Acara Srawung Desa 2024 kali ini mengangkat tema “Kolaborasi Bersama Untuk Mewartakan Masa Depan Nusantara” bermakna terciptanya lingkar harmoni kolaborasi untuk mewujudkan pemberdayaan yang tangguh dan eksklusif dalam pembangunan bagi masa depan bangsa. Kegiatan Srawung Desa 2024 bertujuan menyadarkan mahasiswa DTSL UGM dalam melihat dan mengembangkan potensi Dusun Watukangsi, Desa Wukirharjo dalam sektor pembangunan, pendidikan dan kebudayaan. Alasan memilih sektor kebudayaan hal tersebut sebab sektor ini menjadi konsentrasi utama dalam peningkatan yang perlu dilakukan untuk pelestarian budaya agar tetap terjaga dan pada pembangunan adalah perlu adanya stratifikasi pembangunan yang multiguna. Pada sektor pembangunan kali ini srawung desa akan membangun balai dusun sebagai tempat untuk berkumpulnya kegiatan formal dan menjadi ruang diskusi bagi masyarakat terhadap Dusun Watukangsi.

Rangkaian Kegiatan
Srawung Desa
1. Sipil Mengajar
Sipil Mengajar adalah bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat antara mahasiswa dengan anak-anak di Dusun Watukangsi. Tujuan dari Sipil Mengajar ini adalah untuk meningkatkan kreativitas dan mendorong keinginan untuk belajar anak-anak. Target dari Sipil Mengajar tahun ini adalah anak-anak sekolah dasar yang berada di Dusun Watukangsi. Untuk kegiatan yang dilakukan akan bervariasi, meliputi bidang ketekniksipilan, kesehatan, dan juga pelajaran umum di tingkatan terkait. Tentunya hal ini selaras dengan poin SDGs ke- 4 yaitu Pendidikan berkualitas

2. KMTSL Berbagi
KMTSL berbagi merupakan salah satu kegiatan pokok di Srawung Desa 2024, sesuai dengan namanya KMTSL berbagi adalah bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan cara berbagi baik dalam bentuk materialistik maupun non-materialistik. Target kami pada KMTSL Berbagi kali ini adalah seluruh warga Dusun Watukangsi, Desa Wukirharjo. Rencana program-program yang akan kami bawakan adalah pengecekan kesehatan dengan kolaborasi bersama puskesmas setempat, pembagian sembako yang akan dibersamakan dengan Festival Budaya, dan pasar murah. Hal ini selaras dengan poin SDGs ke- 2 yaitu No Hunger dan ke- 3 yaitu Good Health and Well Being

3. Survei dan Perencanaan
Survei dan perencanaan adalah salah satu bentuk pengabdian mahasiswa teknik sipil dalam membangun kemajuan desa. Berkesesuaian dengan kebutuhan masyarakat desa, survei dan perencanaan akan hadir dalam membantu menyediakan fasilitas yang dibutuhkan oleh masyarakat. Pada tahun ini, berfokus pada pembangunan infrastruktur berupa balai dusun. Dengan pembangunan balai dusun ini kami harapkan dapat menjadi wadah yang bermanfaat bagi warga desa.

4. Festival Budaya
Festival budaya merupakan kegiatan yang dilakukan sebagai bentuk kolaborasi mahasiswa dengan warga Desa Wukirharjo untuk melestarikan serta dapat mengembangkan dan mengenalkan lebih jauh kebudayaan yang ada kepada masyarakat luas. Festival kebudayaan ini akan diadakan bagi seluruh warga Dusun Watukangsi untuk turut serta menyukseskan dan memeriahkan kegiatan festival ini. Kegiatan ini akan berlangsung menampilkan kebudayaan seperti jathilan, kegiatan rohani, berupa mawaris. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin Desa Wukirharjo dan pada tahun ini akan berkolaborasi dengan Srawung Desa dan berlangsung bertepatan dengan hari lahir pancasila sebagai perwujudan untuk mengamalkan nilai dan moral yang terkandung dalam butir-butir sila.

Srawung Desa 2024
Open Donation
https://bit.ly/OPENDONASIBARANG2024Instagram = @srawungdesa_kmtsltiktok = @srawungdesa_kmtsl